Permasalahan yang mungkin muncul
Perdarahan dan nyeri merupakan alasan utama yang menyebabkan wanita melepas IUD-nya (lebih dari separuh wanita melepaskan IUD sebelum waktunya). IUD yang melepas tembaga meningkatkan perdarahan menstruasi. Sebaliknya, IUD pelepas progestin mengurangi terjadinya perdarahan menstruasi. Setelah 1 tahun, perdarahan menstruasi akan berhenti pada sekitar 20 % wanita.
Sekitar 5% IUD terlepas/keluar pada tahun pertama pemasangan, bahkan pada beberapa minggu pertama. Terkadang wanita tidak menyadari lepasnya IUD. Benang plastik ditempelkan ke IUD sehingga wanita dapat memeriksa sesering mungkin dan memastikan bahwa IUD masih pada tempatnya, terlebih lagi setelah masa menstruasi. Jika ia tidak menemukan benangnya, ia harus menggunakan metode kontrasepsi lain sampai tenaga kesehatannya memutuskan apakah IUD nya masih terpasang atau tidak. Jika IUD lainnya dimasukkan setelah IUD sebelumnya terlepas, biasanya IUD tersebut tetap terpasang di tempatnya.
Jarang ditemukan kejadian perforasi rahim pada saat pemasangan IUD. Biasanya, perforasi tidak menimbulkan gejala. Perforasi diketahui ketika wanita tidak dapat merasakan benang plastik IUD, kemudian dari hasil USG atau sinar x menunjukkan bahwa IUD ternyata berada di luar rahim. IUD yang menyebabkan perforasi rahim dan masuk ke rongga perut harus di ambil dengan cara operasi, terkadang menggunakan laparoskopi untuk mencegah usus menjadi terluka atau tergores.
Risiko keguguran terjadi pada sekitar 55% wanita yang hamil dengan IUD masih di tempatnya. Jika wanita ingin kehamilannya dilanjutkan, dan benang IUD masih terlihat, dokter akan melepas IUD untuk mengurangi risiko keguguran (sekitar 20%). Pada kehamilan dengan IUD yang masih berada di dalam rahim tidak meningkatkan risiko cacat pada janin, kematian janin, maupun infeksi panggul selama kehamilan. Untuk wanita hamil yang masih terdapat IUD, kemungkinan memiliki kehamilan ektopik (di luar rahim) sekitar 5%. Meskipun demikian, risiko secara keseluruhan dari kehamilan ektopik lebih rendah dibandingkan yang tidak menggunakan metode kontrasepsi karena IUD mencegah kehamilan secara efektif.
Manfaat: Selain mengontrol kehamilan, IUD dapat mengurangi risiko kanker endometrial dan kanker leher rahim.